Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

SEBUAH KENANGAN


           
Dewi Ulva
Mata ini terus menerawang jauh kelangit malam yang begitu hampa jika tanpa jutaan bintang dan sebuah bulan, angin malam berhembus sangat kencang disebuah desa orang menyebutnya dengan desa gambiran, disalah satu plosok kabupaten Nganjuk, ku mulai memberanikan diri untuk merajut mimpi dan mengharap kesuksesan disuatu saat nanti. Senyumku mulai mengembang ketika kulihat sebuah kertas yang bertuliskan  kata “LULUS”. Tapi, senyum itu hanya sekejap. Fikiran ini kembali berputar dengan bayang kelam yang seakan menjadi mimpi buruk.


“ Sadarlah Ria, kamu ini siapa ? jangan berkhayal terlalu tinggi, bisa kerja disawah saja sudah beruntung kamu, bisa dapat uang dari pada nganggur. Jangan berharap bisa kuliah dan jadi orang besar, bisa hidup dan makan saja sudah untung”. Kata seorang paruh baya yang hingga kini terus terngiang di fikiranku, hatikupun dibuatnya gelisah dan ciut, takut untuk benar-benar beranjak dan berlari dari sebuah bayang kelam menuju jalan dengan cahaya terang.

“sedang apa kamu ndok,? Sudah malam ayo tidur, ini udaranya dingin lo, wes ndang mlebu!”  ucap ibuku sambil menepuk pundakku. Semua lamunanku pun akhirnya hilang ikut berlalu dengan kencangnya hembusan angina malam.
“ndak papa buk, Cuma gerah didalem”. Ucapku sambil mengusap air mata yang sempat meleleh dipipiku

Selasa, 05 Agustus 2014

ANTARA PUASA DAN HARI BIASA SAMA SAJA.

Perputaran roda waktu terus berputar membawa kita pada peradaban baru yang lebih instan Tapi, tak ada hitungan yang jelas mengenai waktu yang bergulir meninggalkan sebuah cerita yang akan menjadi sebuah prasasti masa lalu. Meskipun demikian, kita tak bisa melupakan begitu saja sejarah yang telah membawa kita sampai sekarang. Iya_sampai sekarang  ditahun 2014 ini, kita telah meninggalkan masa lalu dengan sejumlah kenangan yang mungkin tak akan pernah terlupakan.

Kamis, 26 Juni 2014

PAK TUA DAN AIR LEPA


  Sungai itu dulunya tempat mandi, nyuci pakaian,dan sumber air minum orang orang desa...!! Loh, yang benar toh Ke..? Oh iya, banyak loh,, yg jadi pemimpin sekarang dulunya mandi disitu. termasuk Kakek juga..!! Ah,,Kakek mungkin kebanyakan menghayal atau jangan jangan kakek ngarang cerita sendiri..?

PURNAMA_KU_



Purnama yang ku cinta telah pergi diam diam, aku hidup tanpa purnama yang ku cinta. Tidak hidup, tidak mati, tapi hidup tanpanya adalah kutukan, hidup tanpanya terasa  sembilu dalam detik hari hariku. Terkadang aku ingin menjelma laut, siapa tahu purnama yang kucinta muncul dari garam dan buih. Sampai enam bulan berlalu Aku terus menunggu, tapi purnamaku takpernah muncul, purnamaku telah pergi hidup tanpanya adalah kutukan.